Aplikasi belanja, media sosial, layanan perbankan, dan situs sekolah dipakai oleh orang dengan kebutuhan yang berbeda. Setiap orang yang berinteraksi dengan layanan tersebut disebut user atau pengguna. Memahami apa itu user membantu pengembang membuat sistem yang lebih mudah dipakai dan sesuai kebutuhan.
Apa Itu User di Sistem Digital
User adalah pihak yang memakai, mengakses, atau berinteraksi dengan sebuah sistem digital. Sistem tersebut dapat berupa aplikasi ponsel, website, perangkat lunak komputer, hingga mesin layanan mandiri. Peran user dapat berbeda sesuai akses, kemampuan, dan tujuan saat menggunakan sistem.
Pengertian User Secara Umum
Dalam teknologi informasi, user merujuk pada orang yang menjalankan fitur dalam sebuah produk atau layanan digital. Menurut International Organization for Standardization dalam standar ISO 9241 210, user adalah orang yang berinteraksi dengan produk, sistem, atau layanan.
Contohnya, seseorang yang memesan makanan melalui aplikasi merupakan user aplikasi tersebut. Ia dapat mencari menu, memasukkan alamat, memilih metode pembayaran, lalu memantau pesanan.
Istilah User, Pengguna, dan Pemakai
Istilah user sering diterjemahkan sebagai pengguna atau pemakai. Ketiganya merujuk pada pihak yang menggunakan sistem, meski kata user lebih umum dipakai dalam pembahasan aplikasi, website, dan perangkat lunak.
User tidak selalu menjadi pembeli. Seseorang bisa memakai aplikasi belajar gratis tanpa membayar layanan apa pun, tetapi tetap tercatat sebagai user.
Perbedaan User dan Customer
Customer adalah pelanggan yang membeli produk atau layanan. Sementara itu, user berfokus pada orang yang benar-benar memakai produk tersebut.
Misalnya, orang tua dapat membayar langganan aplikasi belajar untuk anaknya. Dalam situasi ini, orang tua berperan sebagai customer, sedangkan anak menjadi user utama aplikasi.
Jenis User yang Umum Ditemui
Setiap sistem biasanya memiliki lebih dari satu jenis user. Perbedaannya terlihat dari tingkat akses dan tugas yang dapat dilakukan. Pembagian ini membantu pengembang menjaga keamanan data serta mengatur fitur yang relevan bagi tiap pengguna.
End User
End user atau pengguna akhir adalah orang yang memakai produk untuk tujuan sehari-hari. Mereka umumnya tidak perlu memahami cara kerja teknis sistem di belakang layar.
Pengguna aplikasi ojek online, pembaca berita digital, dan siswa yang mengakses kelas daring termasuk end user. Mereka memakai fitur yang tersedia untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu.
Administrator dan Power User
Administrator adalah user yang memiliki akses lebih luas untuk mengatur akun, data, dan keamanan sistem. Di sekolah, administrator dapat membuat akun siswa, mengubah kata sandi, atau mengelola materi pada platform pembelajaran.
Power user adalah pengguna yang sangat memahami fitur lanjutan sebuah aplikasi. Menurut Ben Shneiderman dan rekan penulis dalam buku Designing the User Interface, kemampuan dan pengalaman pengguna perlu diperhatikan saat merancang antarmuka agar sistem dapat digunakan oleh kelompok yang beragam.
Guest User
Guest user atau pengguna tamu dapat memakai layanan dengan akses terbatas. Biasanya, mereka belum membuat akun atau belum masuk ke dalam sistem.
Contohnya, pengunjung toko online dapat melihat katalog produk sebagai guest user. Namun, ia perlu masuk atau membuat akun saat ingin menyimpan alamat dan menyelesaikan pembayaran.
Peran User dalam Pengembangan Aplikasi
User memberi arah bagi pengembang saat membuat aplikasi atau website. Kebiasaan, hambatan, dan tujuan pengguna dapat memengaruhi susunan menu, ukuran tulisan, hingga cara kerja fitur. Karena itu, pengembangan sistem perlu mengutamakan pengalaman pengguna sejak tahap awal.
User Berinteraksi dengan Antarmuka
Antarmuka adalah tampilan yang digunakan user untuk memberi perintah kepada sistem. Bentuknya dapat berupa tombol, kolom pencarian, menu, ikon, atau notifikasi.
Menurut Jakob Nielsen dalam buku Usability Engineering, sistem yang mudah digunakan perlu mendukung pengguna agar dapat mempelajarinya dengan cepat dan menjalankan tugas secara efisien. Tampilan yang rumit berisiko membuat user berhenti memakai aplikasi.
Kebutuhan User Menentukan Fitur
Pengembang perlu mengetahui alasan user memakai sebuah layanan sebelum menentukan fitur. Aplikasi perbankan, misalnya, perlu membuat proses cek saldo dan transfer mudah ditemukan karena dua aktivitas itu sering dilakukan pengguna.
Menurut Alan Cooper dan rekan penulis dalam buku About Face The Essentials of Interaction Design, persona membantu tim desain memahami tujuan, kebiasaan, dan konteks pengguna yang dituju. Persona adalah gambaran karakter pengguna berdasarkan hasil riset, bukan identitas orang sungguhan.
User Experience dalam Penggunaan Produk
User experience atau UX adalah pengalaman seseorang saat menggunakan produk digital. UX mencakup kemudahan, kejelasan informasi, rasa aman, serta kenyamanan user ketika menyelesaikan suatu tugas.
Dengan memahami apa itu user dan kebutuhannya, pengembang dapat membuat layanan yang lebih jelas, aman, dan nyaman digunakan. Hal ini juga membantu user menyelesaikan aktivitas digital tanpa banyak kebingungan.






