Operasional perusahaan perlu berjalan rapi agar strategi bisnis bisa benar-benar menghasilkan. Di banyak perusahaan besar, pekerjaan ini dipimpin oleh seorang COO. Posisi tersebut membantu CEO memastikan target, proses kerja, dan koordinasi antar tim berjalan sesuai rencana.
Apa itu COO? COO adalah singkatan dari Chief Operating Officer, yaitu eksekutif yang memimpin kegiatan operasional harian perusahaan. Jabatan ini umumnya berada di level manajemen puncak dan bekerja dekat dengan CEO atau Chief Executive Officer.
Apa Itu COO dalam Struktur Perusahaan
COO bertanggung jawab menerjemahkan arah bisnis perusahaan menjadi pekerjaan yang bisa dijalankan oleh setiap divisi. Fokusnya dapat mencakup produksi, layanan pelanggan, distribusi, sumber daya manusia, hingga pengendalian biaya. Namun, lingkup kerja COO bisa berbeda karena setiap perusahaan memiliki struktur dan kebutuhan yang tidak sama.
Di Indonesia, COO bukan jabatan yang wajib ada dalam setiap perusahaan. Undang Undang Perseroan Terbatas mengatur Direksi sebagai organ yang bertugas mengurus perseroan, sedangkan penggunaan jabatan COO biasanya menjadi kebijakan internal perusahaan.
Karena itu, seorang COO dapat merangkap sebagai anggota direksi atau bekerja sebagai eksekutif profesional, tergantung tata kelola perusahaan.
COO Mengelola Pelaksanaan Strategi
CEO biasanya menetapkan arah besar, seperti ekspansi pasar atau peluncuran produk baru. COO lalu menyusun cara kerja agar arah tersebut bisa dijalankan dengan sumber daya yang tersedia.
Menurut Henry Mintzberg dalam buku The Nature of Managerial Work, pekerjaan manajer mencakup peran antarmanusia, pengelolaan informasi, dan pengambilan keputusan. Tiga peran ini juga terlihat dalam pekerjaan COO saat menghubungkan pimpinan dengan tim pelaksana.
COO Berbeda dengan CEO
CEO memimpin visi, keputusan strategis, dan representasi perusahaan di hadapan pemegang saham atau mitra bisnis. Sementara itu, COO lebih banyak mengawasi apakah proses internal berjalan efektif setiap hari.
Pembagian ini tidak selalu kaku. Pada perusahaan rintisan yang masih kecil, CEO sering menjalankan tugas operasional secara langsung sebelum merekrut COO.
Tugas Utama Seorang COO
Tugas COO berpusat pada kelancaran proses kerja. Ia perlu melihat masalah yang menghambat produktivitas, lalu menentukan perbaikan yang realistis. COO juga memakai data operasional untuk menilai apakah sebuah program layak diteruskan atau perlu diubah.
Perannya semakin terasa saat perusahaan memiliki banyak unit kerja atau cabang. Tanpa koordinasi yang jelas, target penjualan, pengiriman, dan pelayanan pelanggan dapat berjalan sendiri-sendiri.
Secara umum, tugas seorang COO meliputi beberapa hal berikut.
- Menyusun proses kerja. COO menetapkan alur kerja agar tugas antar divisi tidak tumpang tindih.
- Mengawasi target operasional. Target dapat berupa waktu pengiriman, kapasitas produksi, kualitas layanan, atau efisiensi biaya.
- Mengoordinasikan divisi. COO menyatukan kerja tim keuangan, pemasaran, teknologi, gudang, dan layanan pelanggan.
- Mengelola risiko operasional. Risiko ini meliputi keterlambatan pasokan, gangguan sistem, kesalahan proses, dan keluhan konsumen.
- Melaporkan kinerja kepada CEO. Laporan membantu pimpinan mengambil keputusan berdasarkan kondisi operasional yang nyata.
Menjaga Efisiensi Tanpa Mengorbankan Layanan
Efisiensi berarti menggunakan waktu, tenaga, dan biaya secara tepat untuk mencapai hasil. COO perlu mencari proses yang terlalu lambat atau boros, lalu memperbaikinya tanpa menurunkan kualitas layanan.
Misalnya, perusahaan pengiriman dapat meninjau rute distribusi dan kapasitas gudang untuk mengurangi keterlambatan. Keputusan seperti ini perlu didukung data, bukan sekadar perkiraan.
Menghubungkan Data dengan Keputusan
COO biasanya memantau indikator kinerja utama atau key performance indicator. Istilah ini merujuk pada ukuran untuk melihat capaian kerja, misalnya jumlah pesanan selesai tepat waktu atau tingkat keluhan pelanggan.
Bureau of Labor Statistics menjelaskan bahwa eksekutif puncak menetapkan tujuan organisasi serta mengarahkan kegiatan operasional untuk mencapainya. Data operasional membantu COO mengetahui bagian mana yang perlu segera dibenahi.
Kemampuan yang Dibutuhkan untuk Menjadi COO
Jabatan COO umumnya membutuhkan pengalaman panjang dalam mengelola tim dan proses bisnis. Latar belakang pendidikannya beragam, mulai dari manajemen, teknik, keuangan, hingga teknologi informasi. Pengalaman di industri terkait sering menjadi pertimbangan utama karena setiap sektor memiliki tantangan operasional yang berbeda.
Seorang COO juga perlu mampu mengambil keputusan saat informasi belum lengkap. Di sisi lain, ia harus terbuka terhadap masukan dari kepala divisi yang lebih dekat dengan masalah di lapangan.
Kemampuan komunikasi menjadi penentu karena COO berhadapan dengan pimpinan, karyawan, mitra, dan kadang pelanggan.
Kemampuan Analisis dan Kepemimpinan
COO perlu membaca laporan, mengenali pola masalah, dan menentukan prioritas. Kemampuan ini membantu perusahaan menghindari keputusan yang hanya mengejar hasil cepat.
Menurut Peter F. Drucker dalam buku The Practice of Management, manajemen berkaitan dengan membuat manusia mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Karena itu, COO perlu membangun kerja sama, bukan hanya memberi instruksi.
Adaptif terhadap Perubahan Teknologi
Digitalisasi membuat banyak proses operasional bergantung pada sistem data, aplikasi, dan otomatisasi. COO perlu memahami dampak teknologi terhadap biaya, kecepatan layanan, serta keamanan kerja.
Namun, teknologi tidak selalu menjadi jawaban untuk semua masalah. COO tetap perlu menilai kesiapan tim, anggaran, dan manfaat nyata sebelum menerapkan sistem baru.
Prospek COO di Indonesia
Perusahaan yang berkembang biasanya menghadapi proses kerja yang makin rumit. Kondisi ini membuka kebutuhan terhadap pemimpin operasional yang mampu menjaga kualitas layanan di tengah pertumbuhan bisnis. Peran COO banyak ditemukan di sektor teknologi, manufaktur, ritel, logistik, kesehatan, dan layanan keuangan.
Meski begitu, jabatan ini bukan langkah awal karier. Banyak COO memulai perjalanan sebagai manajer operasional, kepala divisi, atau direktur sebelum memimpin kegiatan perusahaan secara lebih luas.
Bagi pembaca yang masih bertanya apa itu COO, sederhananya COO adalah pemimpin yang memastikan rencana perusahaan dapat berjalan dalam kegiatan sehari-hari secara terukur.






