Perbedaan HR dan HRD dalam Pengelolaan Karyawan

Table of Contents

HR dan HRD sering dianggap sebagai istilah yang sama karena keduanya berkaitan dengan karyawan. Padahal, fokus pekerjaannya bisa berbeda, terutama pada perusahaan yang memiliki tim sumber daya manusia dengan struktur lengkap. Memahami perbedaan HR dan HRD membantu pencari kerja maupun karyawan mengenali alur pengelolaan tenaga kerja di kantor.

Pengertian HR dan HRD

HR merupakan singkatan dari Human Resources atau sumber daya manusia. Istilah ini dapat merujuk pada seluruh karyawan, fungsi pengelolaan karyawan, atau nama divisi di perusahaan. Sementara itu, HRD adalah Human Resources Development yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan karyawan.

Menurut Malayu S.P. Hasibuan dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia, manajemen sumber daya manusia mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian tenaga kerja agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

HR mengelola kebutuhan karyawan

HR biasanya menangani kebutuhan karyawan sejak proses perekrutan hingga hubungan kerja berakhir. Pekerjaannya dapat meliputi seleksi kandidat, kontrak kerja, absensi, penggajian, aturan perusahaan, dan administrasi cuti. Di perusahaan kecil, satu staf HR sering menjalankan beberapa tugas sekaligus.

HRD mengembangkan kemampuan karyawan

HRD berfokus pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan karier karyawan. Tim ini dapat menyusun pelatihan untuk karyawan baru, program kepemimpinan, hingga evaluasi kebutuhan belajar tiap divisi. Tujuannya agar kemampuan karyawan berkembang sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

Perbedaan HR dan HRD dalam Tugas Harian

Perbedaan utama HR dan HRD terlihat dari sasaran kerja masing masing. HR menjaga proses kerja dan administrasi karyawan berjalan tertib. HRD membantu karyawan meningkatkan kompetensi agar mampu menjalankan tugas dengan lebih baik.

Namun, pembagian ini tidak selalu sama di setiap perusahaan. Ada perusahaan yang menggunakan satu divisi bernama HR untuk menangani seluruh fungsi tersebut. Ada juga yang memisahkan tim HR dan HRD karena jumlah karyawannya besar.

BACA JUGA  PPIC sebagai Pengendali Perencanaan Produksi dan Persediaan Perusahaan

Fokus kerja HR

HR lebih dekat dengan proses operasional karyawan sehari hari. Contohnya, HR mengurus jadwal wawancara kandidat, mencatat kehadiran, memproses pengajuan cuti, dan menjelaskan kebijakan kerja. HR juga biasanya membantu perusahaan menjaga hubungan kerja yang sehat dengan karyawan.

Fokus kerja HRD

HRD memetakan kemampuan yang perlu ditingkatkan oleh karyawan. Setelah itu, HRD dapat menyiapkan pelatihan, pendampingan, atau evaluasi kinerja sebagai bahan pengembangan. Misalnya, tim layanan pelanggan dapat mengikuti pelatihan komunikasi jika perusahaan menemukan banyak keluhan dari konsumen.

Peran HR dan HRD bagi Perusahaan

HR dan HRD bekerja pada tahap yang saling berkaitan. HR membantu perusahaan mendapatkan serta mengelola karyawan sesuai aturan yang berlaku. HRD memastikan karyawan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam pekerjaannya.

Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak memperoleh, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja sesuai bakat, minat, dan kemampuannya. Ketentuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi perlu mendapat perhatian dalam dunia kerja.

HR menjaga proses kerja tetap tertata

Administrasi yang rapi membantu karyawan memahami hak dan kewajibannya. HR dapat menjadi tempat karyawan bertanya mengenai aturan cuti, kontrak, penggajian, maupun prosedur kerja. Dengan pengelolaan yang jelas, perusahaan juga lebih mudah menghindari kesalahan administrasi.

HRD menyiapkan karyawan untuk kebutuhan baru

Kebutuhan pekerjaan dapat berubah karena teknologi, target bisnis, atau perubahan layanan perusahaan. HRD membantu karyawan beradaptasi melalui program belajar yang sesuai. Karena itu, perbedaan HR dan HRD tidak perlu dipandang sebagai pemisahan yang kaku, melainkan pembagian fokus agar pengelolaan karyawan berjalan lebih terarah.