Apa Itu Training dan Manfaatnya di Dunia Kerja

Table of Contents

Karyawan perlu menguasai keterampilan yang sesuai dengan tugas dan perubahan di tempat kerja. Karena itu, perusahaan, lembaga pemerintah, hingga organisasi sosial sering mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pesertanya. Training dapat membantu seseorang bekerja lebih terarah, percaya diri, dan siap menghadapi tuntutan pekerjaan.

Apa itu training? Training adalah istilah bahasa Inggris untuk pelatihan, yaitu kegiatan belajar yang dirancang agar peserta memperoleh atau meningkatkan kompetensi tertentu. Kompetensi mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas.

Apa Itu Training dalam Pengembangan SDM

Training biasanya berfokus pada kebutuhan kerja yang praktis dan terukur. Materinya dapat berupa penggunaan alat, pelayanan pelanggan, keselamatan kerja, kepemimpinan, hingga keterampilan digital. Durasi pelatihan juga beragam, mulai dari beberapa jam sampai program berkala.

Dalam pengembangan sumber daya manusia atau SDM, training menjadi cara untuk menutup kesenjangan antara kemampuan karyawan saat ini dan standar kerja yang diharapkan. Hasilnya akan lebih terasa bila materi pelatihan sesuai dengan pekerjaan peserta.

Istilah training kerap digunakan bergantian dengan pengembangan karyawan. Namun, pelatihan biasanya menekankan kemampuan yang dapat segera dipakai dalam pekerjaan sehari-hari.

Definisi Training Menurut Aturan Ketenagakerjaan

Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pelatihan kerja merupakan seluruh kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan serta keahlian tertentu. Sumber: Pemerintah Republik Indonesia.

Definisi tersebut menunjukkan bahwa training tidak terbatas pada penyampaian materi di kelas. Peserta juga perlu berlatih agar mampu menerapkan materi saat bekerja.

Perkembangan Training di Indonesia

Pelatihan kerja di Indonesia dijalankan melalui sistem yang melibatkan pemerintah, perusahaan, lembaga pelatihan kerja, dan masyarakat. Sistem ini mengarahkan pelatihan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan kompetensi jabatan.

BACA JUGA  Apa Itu Offering Letter? Pengertian, Isi, Fungsi, dan Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerimanya

Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, sistem pelatihan kerja mencakup pelatihan berbasis kompetensi, standardisasi, sertifikasi, serta pembinaan lembaga pelatihan. Sumber: Pemerintah Republik Indonesia.

Jenis Training yang Sering Ditemui

Jenis training dapat dibedakan berdasarkan tempat, metode, dan tujuan pelaksanaannya. Perusahaan biasanya memilih bentuk pelatihan sesuai jumlah peserta, anggaran, serta keterampilan yang ingin ditingkatkan. Satu program juga dapat menggabungkan beberapa metode agar pembelajaran lebih efektif.

Peserta perlu memahami bentuk training sebelum mengikutinya. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan waktu, alat belajar, dan target yang realistis. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.

Setiap jenis memiliki kelebihan masing masing. Pilihan terbaik bergantung pada materi dan kondisi kerja peserta.

Training di Tempat Kerja

Training di tempat kerja berlangsung sambil peserta menjalankan tugasnya. Contohnya, karyawan baru di toko mempelajari cara mengoperasikan mesin kasir dengan pendampingan supervisor. Metode ini memudahkan peserta memahami alur kerja nyata.

Pendamping perlu memberi arahan yang jelas dan mengecek hasil praktik peserta. Tanpa evaluasi, peserta berisiko mengulang kesalahan yang sama.

Training Kelas, Lokakarya, dan Simulasi

Pelatihan di kelas cocok untuk materi yang perlu dipahami bersama, seperti aturan keselamatan kerja atau pelayanan pelanggan. Lokakarya memberi ruang lebih besar untuk diskusi dan praktik kelompok. Sementara itu, simulasi mengajak peserta mencoba menghadapi situasi kerja dalam kondisi yang dibuat menyerupai keadaan nyata.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi disusun mengacu pada standar kompetensi kerja. Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Tujuan dan Cara Memaksimalkan Training

Program training sebaiknya memiliki tujuan yang jelas sejak awal. Peserta pun perlu mengetahui kemampuan apa yang perlu dikuasai setelah pelatihan selesai. Target yang spesifik membantu perusahaan mengevaluasi hasil program.

BACA JUGA  Apa Itu NPP dalam Ekologi dan Cara Kerjanya

Manfaat training akan lebih besar jika peserta aktif selama proses belajar. Materi yang baik tetap perlu didukung praktik, umpan balik, dan kesempatan menerapkannya dalam pekerjaan. Di sisi lain, atasan perlu memberi dukungan setelah pelatihan berakhir.

Beberapa tujuan training bagi individu dan organisasi meliputi:

  1. Meningkatkan keterampilan kerja sesuai tugas peserta.
  2. Membantu karyawan baru memahami prosedur kerja.
  3. Mengurangi kesalahan saat menjalankan pekerjaan.
  4. Meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan.
  5. Menyiapkan karyawan untuk tanggung jawab yang lebih besar.

Tetapkan Target Sebelum Mengikuti Pelatihan

Peserta sebaiknya menentukan satu atau dua kemampuan yang ingin dikuasai. Misalnya, staf administrasi ingin lebih cepat menggunakan aplikasi pengolah data. Target sederhana membuat peserta lebih fokus saat menyimak materi.

Catat juga bagian yang masih membingungkan untuk ditanyakan kepada instruktur. Sikap aktif membantu peserta memperoleh manfaat yang lebih nyata.

Praktikkan Materi Setelah Training

Materi training mudah terlupakan jika tidak segera digunakan. Cobalah menerapkannya pada tugas sehari hari, lalu minta masukan dari atasan atau rekan kerja. Cara ini membantu peserta melihat bagian yang masih perlu diperbaiki.

Dengan persiapan dan praktik yang konsisten, apa itu training dapat dipahami sebagai proses belajar yang memberi dampak langsung pada kemampuan kerja.