Apa Itu Take Home Pay dan Cara Menghitungnya

Table of Contents

Angka gaji yang tercantum dalam kontrak kerja belum tentu sama dengan uang yang masuk ke rekening setiap bulan. Perbedaan itu muncul karena ada pajak, iuran jaminan sosial, serta potongan lain yang berlaku bagi karyawan. Karena itu, calon karyawan perlu memahami apa itu take home pay sebelum menerima tawaran kerja.

Take home pay membantu seseorang melihat penghasilan yang benar-benar bisa dipakai untuk kebutuhan harian, menabung, dan membayar cicilan. Nominalnya dapat berubah setiap bulan, terutama bila ada lembur, bonus, potongan pinjaman, atau perubahan penghasilan.

Apa Itu Take Home Pay dalam Slip Gaji

Take home pay adalah jumlah uang bersih yang diterima karyawan setelah seluruh potongan dikurangi dari pendapatan bulanannya. Istilah ini sering disingkat THP dan biasanya terlihat pada slip gaji. THP menjadi angka yang masuk ke rekening karyawan setelah perusahaan menyelesaikan proses penggajian.

Gaji kotor adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak dan iuran. Sementara itu, take home pay menunjukkan nilai akhir yang dapat digunakan karyawan. Oleh karena itu, dua pelamar dengan gaji kotor sama belum tentu menerima THP yang sama.

Gaji Pokok dan Tunjangan

Gaji pokok menjadi dasar utama dalam perhitungan pendapatan karyawan. Perusahaan juga dapat memberikan tunjangan tetap, seperti tunjangan jabatan, makan, atau transportasi, sesuai kebijakan dan isi perjanjian kerja.

Menurut Presiden Republik Indonesia dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah dapat terdiri atas upah tanpa tunjangan, upah pokok dan tunjangan tetap, atau upah pokok, tunjangan tetap, serta tunjangan tidak tetap.

Potongan Wajib Karyawan

Potongan wajib yang umum muncul dalam slip gaji meliputi Pajak Penghasilan Pasal 21, iuran BPJS Kesehatan, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun. PPh 21 adalah pajak atas penghasilan yang diterima pekerja, sedangkan BPJS memberi perlindungan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

BACA JUGA  Root Cause Analysis: Pengertian, Manfaat, Metode, dan Cara Melakukan Analisis Akar Masalah

Menurut Presiden Republik Indonesia dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan, iuran pekerja penerima upah sebesar 5 persen dari upah, dengan 4 persen dibayar pemberi kerja dan 1 persen dibayar pekerja.

Bonus, Insentif, dan THR

Bonus dan insentif dapat menambah take home pay pada bulan tertentu. Namun, perusahaan dapat menghitung pajak atas penghasilan tambahan tersebut sehingga uang bersih yang diterima tidak selalu sebesar nominal bonusnya.

THR juga termasuk penghasilan yang diterima karyawan, tetapi pembayarannya terpisah dari gaji rutin bulanan. Menurut Ida Fauziyah dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan, pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah.

Cara Menghitung Take Home Pay dengan Mudah

Perhitungan take home pay dapat dilakukan dari slip gaji atau rincian penawaran kerja. Mulailah dengan mencatat seluruh pendapatan yang dibayarkan pada bulan tersebut. Setelah itu, kurangi angka tersebut dengan setiap potongan yang tercantum.

Rumus sederhananya adalah total gaji dan tunjangan ditambah pendapatan tambahan, lalu dikurangi seluruh potongan. Cara ini membantu karyawan memperkirakan uang yang tersedia untuk kebutuhan bulanan. Pastikan angka yang digunakan berasal dari komponen yang benar agar hasilnya tidak meleset.

Catat Seluruh Penghasilan Bulanan

Masukkan gaji pokok, tunjangan tetap, uang lembur, insentif, atau bonus bila memang dibayarkan pada bulan yang sama. Misalnya, karyawan menerima gaji pokok Rp7 juta dan tunjangan tetap Rp1 juta, maka penghasilan kotornya menjadi Rp8 juta sebelum potongan.

Jangan langsung memasukkan fasilitas yang tidak dibayarkan dalam bentuk uang, seperti makan siang kantor atau laptop kerja. Fasilitas tersebut belum tentu menjadi uang yang diterima di rekening.

BACA JUGA  Apa Itu Design Thinking? Pengertian, Tahapan, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

Kurangi Pajak dan Iuran BPJS

Setelah mengetahui gaji kotor, kurangi PPh 21 serta iuran BPJS yang menjadi tanggungan karyawan. Besaran PPh 21 bergantung pada jumlah penghasilan dan status perpajakan, termasuk jumlah tanggungan keluarga yang tercatat.

Menurut Sri Mulyani Indrawati dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21, pemotongan PPh 21 bulanan dapat menggunakan tarif efektif rata rata yang disesuaikan dengan kelompok penghasilan.

Periksa Potongan Lain dalam Slip Gaji

Beberapa karyawan memiliki potongan tambahan, misalnya cicilan koperasi, iuran serikat pekerja, atau pengembalian pinjaman perusahaan. Tanyakan dasar dan rincian potongan tersebut kepada bagian HR bila ada angka yang tidak dipahami.

Memahami apa itu take home pay membuat karyawan lebih siap menyusun anggaran dan menilai tawaran gaji secara realistis. Saat bernegosiasi, fokuslah pada nominal THP, komponen tunjangan, serta potongan rutin yang akan memengaruhi penghasilan bersih.