Panjang kain, suhu tubuh, berat badan, hingga waktu tempuh perjalanan diperoleh melalui kegiatan mengukur. Hasilnya membantu orang membandingkan kondisi, membuat keputusan, dan mengurangi perkiraan yang keliru. Lalu, apa itu pengukuran dan mengapa hasilnya perlu menggunakan satuan yang jelas?
Pengertian Apa Itu Pengukuran
Pengukuran adalah proses menentukan nilai suatu besaran dengan alat dan satuan tertentu. Besaran berarti sesuatu yang dapat dinyatakan nilainya, misalnya panjang, massa, waktu, suhu, atau volume. Kegiatan ini digunakan di rumah, sekolah, layanan kesehatan, sampai industri.
Memberi Nilai pada Besaran
Menurut Joint Committee for Guides in Metrology dalam International Vocabulary of Metrology, pengukuran merupakan proses untuk memperoleh satu atau beberapa nilai yang secara wajar dapat dikaitkan dengan suatu besaran. Artinya, hasil pengukuran selalu memuat angka dan satuan, seperti 2 meter, 500 gram, atau 38 derajat Celsius.
Angka tanpa satuan dapat menimbulkan salah paham. Misalnya, angka 5 baru bermakna ketika dijelaskan sebagai 5 kilogram, 5 liter, atau 5 menit.
Tujuan Pengukuran dalam Kehidupan
Orang melakukan pengukuran untuk memperoleh informasi yang lebih pasti sebelum bertindak. Saat memasak, takaran bahan membantu menjaga rasa dan tekstur makanan. Di sekolah, pengukuran panjang meja dengan mistar juga melatih siswa membaca skala secara teliti.
Pengukuran berguna untuk lima hal berikut.
- Menentukan ukuran suatu benda atau ruang.
- Membandingkan dua atau lebih objek.
- Memantau perubahan, seperti suhu tubuh.
- Mengatur kebutuhan bahan dan biaya.
- Mengecek kesesuaian hasil kerja dengan standar.
Sejarah Singkat dan Jenis Pengukuran
Pada masa awal, manusia memakai ukuran yang dekat dengan tubuh, seperti jengkal, langkah, dan hasta. Cara tersebut praktis, tetapi hasilnya bisa berbeda karena ukuran tubuh setiap orang tidak sama. Kebutuhan perdagangan, pembangunan, dan penelitian kemudian mendorong lahirnya satuan yang lebih seragam.
Lahirnya Sistem Satuan Standar
Sistem metrik mulai berkembang di Prancis pada akhir abad ke 18 dan menggunakan dasar desimal agar perhitungan lebih mudah. Sistem ini menjadi landasan bagi Sistem Internasional atau SI yang kini dipakai luas dalam ilmu pengetahuan dan perdagangan.
Menurut Bureau International des Poids et Mesures dalam The International System of Units, SI memiliki tujuh satuan dasar, termasuk meter untuk panjang, kilogram untuk massa, sekon untuk waktu, dan kelvin untuk suhu termodinamika. Di Indonesia, Celsius lebih sering digunakan untuk menyatakan suhu sehari hari.
Pengukuran Fisis dan Nonfisis
Pengukuran fisis berkaitan dengan benda atau gejala yang dapat diamati langsung. Contohnya adalah mengukur tinggi badan dengan meteran, massa beras dengan timbangan, serta suhu air dengan termometer.
Sementara itu, pengukuran nonfisis digunakan untuk menilai hal yang tidak dapat dilihat secara langsung, seperti kemampuan belajar, sikap, atau kepuasan pelanggan. Hasilnya biasanya diperoleh melalui tes, angket, atau skala penilaian yang disusun dengan aturan tertentu.
Proses Pengukuran yang Perlu Diperhatikan
Hasil ukur yang baik tidak hanya bergantung pada alat. Cara memakai alat, kondisi objek, dan ketelitian membaca skala juga memengaruhi hasil akhir. Karena itu, pengukuran perlu dilakukan secara teratur dan sesuai tujuan.
Ikuti Langkah Pengukuran Dasar
Mulailah dengan menentukan besaran yang ingin diukur, misalnya panjang atau suhu. Pilih alat yang sesuai, pastikan alat berada pada posisi benar, lalu baca skalanya sejajar dengan mata agar tidak keliru.
Setelah itu, catat hasil beserta satuannya dan ulangi pengukuran bila diperlukan. Pengulangan membantu memastikan hasil tidak terlalu jauh berbeda akibat kesalahan saat membaca alat.
Periksa Ketepatan Alat dan Hasil
Ketepatan menunjukkan seberapa dekat hasil ukur dengan nilai yang seharusnya, sedangkan ketelitian menggambarkan konsistensi hasil saat pengukuran diulang. Timbangan dapur yang menunjukkan angka berbeda untuk benda yang sama perlu diperiksa sebelum dipakai menakar bahan.
Menurut Ambler Thompson dan Barry N. Taylor dalam Guide for the Use of the International System of Units, satuan dan cara penulisan yang seragam membantu hasil pengukuran dipahami serta dibandingkan dengan benar. Dengan kebiasaan ini, apa itu pengukuran dapat dipahami sebagai cara memperoleh data yang dapat digunakan dalam keputusan sehari hari.






