Penelitian yang rapi selalu dimulai dari arah yang jelas. Peneliti perlu memahami masalah yang ingin dikaji, hasil yang ingin dicapai, serta cara mengumpulkan datanya. Di sinilah objektif penelitian berperan sebagai panduan agar pembahasan tidak melebar.
Apa itu objektif? Dalam konteks skripsi, proposal, atau karya ilmiah, objektif adalah tujuan spesifik yang ingin dicapai melalui penelitian. Objektif membantu peneliti menentukan data yang dibutuhkan dan metode yang paling sesuai.
Pengertian Apa Itu Objektif dalam Penelitian
Objektif penelitian menjelaskan target yang hendak dicapai peneliti. Rumusan ini biasanya ditulis setelah latar belakang masalah dan pertanyaan penelitian. Kalimatnya perlu jelas agar pembaca memahami fokus studi sejak awal.
Definisi Objektif Penelitian
Menurut John W. Creswell dan J. David Creswell dalam buku Research Design, pernyataan tujuan penelitian menjelaskan arah umum yang akan ditempuh sebuah studi. Dalam praktiknya, objektif dapat berupa keinginan untuk mengetahui, menganalisis, membandingkan, atau menggambarkan suatu fenomena.
Misalnya, topik penelitian membahas penggunaan media sosial oleh mahasiswa. Objektifnya dapat dirumuskan menjadi mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan konsentrasi belajar mahasiswa.
Fungsi Objektif dalam Proposal
Objektif menjadi batas kerja bagi peneliti selama proses penelitian berlangsung. Dengan tujuan yang terarah, peneliti dapat menghindari pengumpulan data yang tidak mendukung pembahasan.
Menurut Ranjit Kumar dalam buku Research Methodology, tujuan penelitian perlu menunjukkan hal yang ingin dicapai peneliti melalui penyelidikan yang dilakukan. Karena itu, objektif juga memengaruhi pemilihan responden, instrumen penelitian, hingga cara membaca hasil data.
Perbedaan Objektif dan Topik Penelitian
Topik dan objektif sering dianggap sama karena keduanya muncul pada tahap awal penyusunan penelitian. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Topik menunjukkan bidang bahasan, sedangkan objektif menjelaskan sasaran yang ingin dicapai dari bahasan tersebut.
Topik Menentukan Ruang Bahasan
Topik merupakan pokok persoalan yang dipilih untuk diteliti. Contohnya adalah kebiasaan belanja daring, kualitas pelayanan puskesmas, atau penggunaan kendaraan umum di kota besar.
Topik yang terlalu luas perlu dipersempit agar dapat diteliti secara realistis. Peneliti bisa membatasi lokasi, kelompok responden, periode waktu, atau variabel yang akan dibahas.
Objektif Menentukan Hasil yang Dicari
Jika topiknya adalah belanja daring mahasiswa, objektifnya dapat berbunyi menganalisis faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa membeli produk melalui aplikasi belanja. Rumusan tersebut menunjukkan hasil yang ingin diperoleh peneliti.
Menurut Wayne C. Booth, Gregory G. Colomb, dan Joseph M. Williams dalam buku The Craft of Research, penelitian yang baik bergerak dari topik menuju pertanyaan dan masalah yang lebih terarah. Objektif membantu proses itu karena peneliti memiliki tujuan yang bisa diuji melalui data.
Cara Merumuskan Objektif Penelitian yang Tepat
Objektif yang baik tidak dibuat dengan kalimat yang terlalu umum. Peneliti perlu menyesuaikannya dengan masalah, data yang tersedia, dan waktu pengerjaan. Rumusan yang terlalu luas membuat proses penelitian lebih sulit dikendalikan.
Tentukan Masalah Utamanya
Mulailah dengan mengenali masalah yang benar-benar ingin dijawab. Misalnya, peneliti melihat mahasiswa sering menggunakan aplikasi belajar daring, lalu ingin mengetahui apakah aplikasi tersebut membantu pengaturan waktu belajar.
Masalah ini kemudian dapat diubah menjadi objektif yang lebih jelas. Contohnya, menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi belajar terhadap kemampuan manajemen waktu mahasiswa.
Gunakan Prinsip SMART
Objektif dapat diperiksa dengan prinsip SMART, yaitu spesifik, terukur, dapat dikerjakan, relevan, dan memiliki batas waktu. Menurut George T. Doran dalam artikel ilmiah There’s a S.M.A.R.T. Way to Write Management’s Goals and Objectives, tujuan yang jelas perlu memiliki ukuran dan target waktu agar lebih mudah dievaluasi.
- Gunakan kata kerja yang tegas, seperti menganalisis, mengidentifikasi, atau membandingkan.
- Batasi subjek penelitian, misalnya siswa kelas XII atau pelanggan sebuah layanan.
- Tentukan aspek yang ingin diukur atau dipahami.
- Pastikan data untuk menjawab objektif dapat diperoleh.
- Sesuaikan cakupan penelitian dengan waktu dan kemampuan peneliti.
Contoh Objektif Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Bentuk objektif dapat berbeda sesuai pendekatan penelitian. Penelitian kuantitatif biasanya mengukur hubungan atau pengaruh antarvariabel. Sementara itu, penelitian kualitatif berupaya memahami pengalaman, pandangan, atau proses yang terjadi pada subjek penelitian.
Contoh Objektif Penelitian Kuantitatif
Contoh objektif kuantitatif adalah mengetahui hubungan antara frekuensi penggunaan Facebook dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan belajar. Studi Junco dalam jurnal ilmiah Computers in Human Behavior memang meneliti hubungan penggunaan Facebook dengan keterlibatan mahasiswa.
Objektif kuantitatif umumnya memakai kata mengukur, menguji, membandingkan, atau menganalisis pengaruh. Hasilnya biasanya disajikan dalam angka, persentase, atau hasil uji statistik.
Contoh Objektif Penelitian Kualitatif
Contoh objektif kualitatif adalah memahami pengalaman pekerja muda saat menyesuaikan diri dengan sistem kerja jarak jauh. Peneliti dapat mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan catatan hasil pengamatan.
Menurut Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña dalam buku Qualitative Data Analysis, analisis data kualitatif melibatkan proses merangkum, menampilkan, dan menarik makna dari data. Karena itu, objektif penelitian kualitatif perlu menekankan pemahaman terhadap pengalaman atau proses.
Pentingnya Objektif saat Menyusun Skripsi
Objektif memudahkan mahasiswa menjaga fokus dari awal hingga akhir penulisan skripsi. Dosen pembimbing juga dapat menilai apakah rumusan masalah, metode, dan hasil penelitian sudah saling berkaitan. Apa itu objektif pada akhirnya dapat dipahami sebagai arah kerja yang menjaga penelitian tetap relevan dengan masalah yang dipilih.
Menjaga Isi Penelitian Tetap Terarah
Objektif yang jelas membantu peneliti memilih teori dan data yang benar-benar dibutuhkan. Pembahasan pun menjadi lebih singkat, teratur, dan mudah dipahami pembaca.
Memudahkan Evaluasi Hasil Penelitian
Setelah data dianalisis, peneliti dapat memeriksa apakah setiap objektif telah terjawab. Jika belum, peneliti dapat melihat kembali apakah data, metode, atau batasan penelitian perlu diperbaiki.






