Apa Itu Layoff dan Dampaknya bagi Pekerja

Table of Contents

Pengurangan tenaga kerja dapat terjadi saat perusahaan menghadapi penurunan pendapatan, perubahan strategi bisnis, atau kebutuhan efisiensi. Kondisi ini sering membuat karyawan menerima pemberitahuan kerja berakhir dalam waktu singkat. Karena itu, penting memahami apa itu layoff agar bisa membaca situasi dan hak kerja dengan lebih jelas.

Istilah layoff sering muncul di perusahaan teknologi, manufaktur, hingga ritel. Meski berasal dari bahasa Inggris, istilah ini umum dipakai untuk menggambarkan pengurangan jumlah karyawan oleh perusahaan.

Pengertian Apa Itu Layoff dalam Dunia Kerja

Layoff adalah pengurangan pekerja yang dilakukan perusahaan karena alasan bisnis, bukan semata karena kinerja individu. Keputusan ini dapat mencakup satu divisi, beberapa posisi, atau jumlah karyawan yang besar. Dalam praktiknya, layoff sering dikaitkan dengan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Namun, penggunaan istilah layoff di tiap perusahaan bisa berbeda. Ada perusahaan yang memakainya untuk PHK permanen, ada pula yang menyebutnya sebagai penghentian kerja sementara. Karyawan perlu memeriksa surat pemberitahuan untuk mengetahui statusnya secara pasti.

Di Indonesia, aturan ketenagakerjaan lebih banyak menggunakan istilah PHK. Prosesnya diatur dalam peraturan pemerintah dan undang undang ketenagakerjaan.

Layoff umumnya berkaitan dengan kebutuhan bisnis

Perusahaan dapat melakukan layoff saat perlu menekan biaya operasional atau menata ulang organisasi. Contohnya, sebuah perusahaan dapat menutup divisi yang produknya tidak lagi diminati pasar.

Keputusan tersebut berbeda dari pemberhentian karena pelanggaran disiplin atau hasil kerja yang buruk. Meski begitu, dampak akhirnya tetap bisa sama, yaitu hubungan kerja berakhir.

Layoff, PHK, dan kontrak berakhir memiliki arti berbeda

PHK adalah istilah hukum untuk berakhirnya hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan. Layoff sering digunakan sebagai istilah umum untuk situasi PHK akibat efisiensi atau restrukturisasi.

BACA JUGA  Coaching: Pengertian, Fungsi, dan Peran dalam Pengembangan Karyawan

Sementara itu, kontrak kerja waktu tertentu dapat berakhir karena masa kerjanya selesai. Menurut Pemerintah Indonesia dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu berhak memperoleh uang kompensasi sesuai masa kerja dan ketentuan yang berlaku. Sumber: Pemerintah Indonesia

Penyebab Perusahaan Melakukan Layoff

Layoff biasanya tidak terjadi karena satu alasan saja. Perusahaan dapat mengambil keputusan ini setelah melihat kondisi keuangan, perubahan pasar, dan kebutuhan tenaga kerja. Prosesnya juga dapat dipengaruhi oleh strategi bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, perusahaan yang sehat secara keuangan pun dapat melakukan pengurangan karyawan saat mengubah arah usahanya. Misalnya, pekerjaan tertentu berkurang karena layanan dialihkan ke sistem digital.

Karyawan perlu memahami penyebabnya agar dapat menilai apakah situasi tersebut berkaitan dengan kondisi pribadi atau kebijakan perusahaan. Informasi ini biasanya tercantum dalam pengumuman resmi manajemen.

Tekanan keuangan dan perubahan strategi bisnis

Penjualan yang turun, biaya operasional yang meningkat, dan kerugian dapat mendorong perusahaan mengurangi jumlah pekerja. Penggabungan perusahaan juga sering membuat beberapa posisi memiliki tugas yang sama.

Selain itu, perusahaan dapat menghentikan proyek yang tidak mencapai target. Karyawan pada unit tersebut berisiko terdampak jika tidak ada posisi lain yang tersedia.

Kondisi ekonomi dan perubahan kebutuhan pasar

Perlambatan ekonomi dapat membuat masyarakat dan perusahaan mengurangi belanja. Situasi ini biasanya menekan pendapatan bisnis, terutama pada sektor yang bergantung pada konsumsi pelanggan.

Menurut International Labour Organization dalam World Employment and Social Outlook Trends 2024, perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar tenaga kerja masih memengaruhi peluang kerja di berbagai negara. Sumber: International Labour Organization

Dampak Layoff bagi Karyawan dan Perusahaan

Kehilangan pekerjaan dapat mengubah kondisi keuangan seseorang dengan cepat. Karyawan perlu mencari penghasilan baru, menyesuaikan pengeluaran, dan mengurus hak yang masih harus diterima. Dampaknya juga dapat terasa pada keluarga.

BACA JUGA  Marketing Itu Pekerjaan Apa? Ini Pengertian, Peran, dan Skill yang Dibutuhkan di Dunia Kerja

Layoff dapat memicu rasa cemas, kecewa, atau khawatir menghadapi proses mencari kerja. Reaksi tersebut wajar, terutama jika pemberitahuan diberikan mendadak.

Bagi perusahaan, keputusan ini dapat mengurangi biaya dalam waktu dekat. Namun, pengurangan tenaga kerja yang tidak dikelola dengan baik bisa menurunkan kepercayaan karyawan yang masih bertahan.

Karyawan dapat menghadapi tekanan emosional dan finansial

Karyawan yang terdampak layoff perlu memeriksa surat kerja, perhitungan kompensasi, serta dokumen kepesertaan jaminan sosial. Langkah ini membantu mereka memahami hak yang harus dipenuhi perusahaan.

Menurut World Health Organization dalam Mental Health at Work, kehilangan pekerjaan dan ketidakamanan kerja dapat memengaruhi kesehatan mental pekerja. Sumber: World Health Organization

Perusahaan dapat kehilangan pengetahuan dan kepercayaan tim

Karyawan yang keluar membawa pengalaman, relasi kerja, dan pemahaman terhadap proses bisnis. Perusahaan dapat mengalami hambatan ketika harus menggantikan kemampuan tersebut di kemudian hari.

Komunikasi yang terbuka membantu perusahaan menjaga hubungan profesional dengan pekerja terdampak. Penjelasan yang jelas juga dapat mengurangi rumor di lingkungan kerja.

Cara Menghadapi Layoff dengan Lebih Siap

Layoff memang sulit diprediksi, tetapi karyawan tetap dapat membangun kesiapan. Persiapan ini berguna untuk menghadapi perubahan pekerjaan maupun kondisi darurat lainnya. Fokus utamanya adalah menjaga dokumen, kemampuan kerja, dan kondisi keuangan.

Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan proses secara manusiawi. Informasi yang jelas memberi pekerja waktu untuk mengatur langkah selanjutnya.

Memahami apa itu layoff membantu kedua pihak mengambil keputusan dengan lebih tenang. Karyawan dapat melindungi haknya, sementara perusahaan dapat mengurangi dampak negatif dari proses tersebut.

Siapkan diri sebelum dan setelah menerima pemberitahuan

Karyawan dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk memperkuat kesiapan karier.

  1. Perbarui CV dan profil profesional.
  2. Simpan kontrak kerja, slip gaji, dan surat pemberitahuan.
  3. Periksa hak kompensasi serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Susun anggaran untuk kebutuhan utama selama mencari kerja.
  5. Hubungi jaringan profesional dan mulai mencari lowongan yang relevan.
BACA JUGA  Take Home Pay: Pengertian, Cara Menghitung, dan Perbedaannya dengan Gaji Pokok

Kelola proses layoff dengan komunikasi yang jelas

Perusahaan perlu menjelaskan alasan pengurangan tenaga kerja, jadwal proses, dan hak pekerja secara tertulis. Manajemen juga dapat menyediakan sesi konsultasi agar karyawan memahami dokumen yang diterima.

Pendekatan yang tertib membantu menjaga hubungan baik setelah hubungan kerja berakhir. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan menghargai kontribusi karyawan.